Kamis, 04 Maret 2010

akal

Kita adalah individu-individu, yang lahir dan besar dari lingkungan dan pengalaman hidup yang berbeda. Pengalaman orang lain dapat menjadi cermin bagi kita untuk menentukan sudut pandang kehidupan kita sendiri. Sesuatu yang benar di mata orang lain belum tentu sama dengan yang kita pikirkan. Pun sebaliknya. Mungkin itulah indah dan misteriusnya filsafat. Bisa dipandang dari kaca mata manapun. Begitu kah?

3 komentar:

  1. Manusia melihat segala sesuatu dalam cermin, samar-samar. Kadang-kadang, pandangan manusia bisa menembus kaca dan melihat sekilas apa yang ada di balik cermin. Jika kita menggosok cermin itu sebersih-bersihnya, kita akan melihat lebih banyak lagi. Tapi saat itu, kita tak bisa lagi melihat diri kita sendiri.

    BalasHapus
  2. yups..
    tp jangan terlalu keras gosoknya, nanti pecah.
    keep posting..
    salam kenal.

    BalasHapus
  3. akal membedakan antara manusia dng hewan, maka gunakan akal sebaik-baiknya. :-)

    BalasHapus